Komunikasi Data

Komunikasi Data

Komunikasi data adalah proses pengiriman dan penerimaan data atau informasi dari dua atau lebih device yang terhubung dalam sebuah jaringan. Baik lokal maupun yang luas, sepeti internet.

Komponen Komunikasi Data
    • Pengirim : Perangkat yang mengirimkan data.
    • Penerima : Perangkat yang menerima data.
    • Data : Informasi yang akan dikomunikasikan.
    • Media Pengiriman : Media atau perantara yang digunakan untuk melakukan pengiriman data.
    • Protokol ; Sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengizinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer


Jalur Komunikasi
    • Point to Point : Point to point adalah dimana satu perangkat dihubungkan dengan satu perangkat lainnya saja.
    • Point to Multi Point : Point to multipoint adalah dimana satu perangkat dapat dihubungkan dengan banyak perangkat lainnya


Model Komunikasi Data
    • Simplex : Simplex adalah komunikasi satu arah dimana yang satu sebagai pengirim dan yang lainnya sebagai penerima.
    • Half Duplex : Half duplex adalah komunikasi dua arah antara pengirim dan penerima secara bergantian.
    • Full Duplex : Full duplex adalah komunikasi dua arah antara pengirim dan penerima yang dapat dilakukan secara bersamaan.

Pengalamatan IP Address

Pengalamatan Dengan IP
1. Overview
Pengalamatan bertujuan bagaimana supaya data yang dikirim sampai pada mesin yang sesuai (mesin tujuan) dan bagaimana hal tersebut dapat dilakukan oleh operator dengan mudah. Untuk itu maka data dari suatu host (komputer) harus dilewatkan ke jaringan menuju host tujuan, dan dalam komputer tersebut data akan disampaikan ke user atau proses yang sesuai. TCP/IP menggunakan tiga skema untuk tugas ini :
1. Addressing
IP address yang mengidentifikasikan secara unik setiap host di jaringan, sehingga dapat menjamin data dikirim ke alamat yang benar.
2. Routing
Pengaturan gateway untuk mengirim data ke jaringan dimana host tujuan berada.
3. Multiplexing
Pengaturan nomor port dan protokol yang mengirim data pada modul software yang benar di dalam host.
Masing-masing skema penting untuk pengiriman data antar dua aplikasi yang bekerjasama dalam jaringan TCP/IP.
IP address berupa bilangan biner 32 bit dan ditulis sebagai 4 urutan bilangan desimal yang dipisahkan dengan tanda titik. Format penulisan IP adalah : xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx, dengan x adalah bilangan biner 0 atau 1. Dalam implementasinya IP address ditulis dalam bilangan desimal dengan bobot antara 0 – 255 (nilai desimal mungkin untuk 1 byte). IP address terdiri dari bagian jaringan dan bagian host, tapi format dari bagian-bagian ini tidak sama untuk setiap IP address.
Jumlah bit alamat yang digunakan untuk mengidentifikasi jaringan, dan bilangan yang digunakan untuk mengidentifikasi host berbeda-beda tergantung kelas alamat yang digunakan. Ada tiga kelas alamat utama, yaitu kelas A, kelas B, dan kelas C. Dengan memeriksa beberapa bit pertama dari suatu alamat , software IP bisa dengan cepat membedakan kelas address dan strukturnya. Contoh kelas IP address dapat dilihat pada Gambar 2.6.
Berikut ini diberikan aturan yang membedakan kelas IP address :
a. IP Address kelas A :
bit pertama dari IP address adalah 0
jadi jaringan dengan IP yang byte pertamanya : 0 – 127
hanya ada kurang dari 128 jaringan kelas A
setiap jaringan kelas A bisa mempunyai jutaan host
b. IP Address kelas B :
bit pertama dari IP address adalah 10
jadi jaringan dengan IP yang byte pertamanya : 128 – 191
terdapat ribuan jaringan kelas B
setiap jaringan kelas B bisa mempunyai ribuan host
c. IP Address kelas C :
bit pertama dari IP address adalah 110
jadi jaringan dengan IP yang byte pertamanya 192 – 223
terdapat jutaan jaringan kelas C
setiap jaringan kelas C hanya mempunyai kurang dari 254 host
d. IP Address kelas D :
bit pertama dari IP address adalah 111
nomor jaringan dengan IP yang byte pertamanya lebih dari 223
merupakan address yang dialokasikan untuk kepentingan khusus
Tidak semua alamat jaringan dan alamat host dapat digunakan. Misalnya kita telah membicarakan bahwa alamat dengan desimal pertama lebih dari 233 dialokasikan untuk kepentingan khusus. Dua alamat kelas A, 0 dan 127, juga dialokasikan untuk kepentingan khusus. Jaringan 0 menunjukkan route default (digunakan untuk menyederhanakan aplikasi jaringan dengan membiarkan host lokal dialamatkan dengan cara yang sama seperti remote-host digunakan ketika mengkonfigurasi host) dan jaringan 127 sebagai loopback-address. Selain itu juga ada beberapa alamat host yang disediakan untuk kepentingan khusus ini, misalnya 0 dan 255 dalam semua kelas jaringan. Sebuah IP address dengan semua bit hostnya 0 menunjukkan jaringannya sendiri, misalnya 26.0.0.0 menunjukkan jaringan 26 dan 128.66.0.0 menunjukkan jaringan 128.66. Alamat dalam bentuk ini digunakan dalam tabel routing untuk menunjukkan seluruh jaringan. IP address dengan semua bit host diset satu adalah broadcast address. Suatu alamat broadcast digunakan untuk alamat setiap host dalam jaringan secara simultan. Alamat broadcast untuk jaringan 128.66 adalah 128.66.255.255.
2. Supernetting
Ada dua masalah yang saling berkaitan, antara pemberian suatu kelas alamat pada suatu lembaga. Pertama kelas alamat yang diberikan lebih kecil daripada jumlah host yang akan dihubungkan. Dan yang kedua sebaliknya, kelas alamat yang lebih besar dari host yang akan saling dihubungkan. Supernetting berkaitan dengan metode untuk memanipulasi alokasi alamat yang terbatas sedemikian sehingga semua host yang tersedia dapat dihubungkan ke jaringan. Jadi supernetting adalah menggunakan bit mask alamat asal untuk membuat jaringan yang lebih besar.
3. Subnetting
Masalah kedua yang berkaitan dengan bagaimana membuat suatu alokasi alamat lebih efisien, bila ternyata host yang akan kita hubungkan ke jaringan lebih kecil daripada alokasi alamat yang kita punyai. Yang jelas dengan menggunakan metoda subnetting, bit host IP address direduksi untuk subnet ini. Sebagai contoh, subnet mask diasosiasikan dengan alamat kelas B standart adalah 255.255.0.0. Subnet mask digunakan dengan memperluas bagian jaringan dari suatu alamat kelas B dengan byte tambahan. Misalnya sub mask 255.255.255.0 berarti dua byte pertama mendefinisikan jaringan kelas B, byte ketiga menunjukkan alamat subnet, dan yang keempat baru menunjuk pada host pada subnet yang bersangkutan. Masking yang byte-oriented lebih mudah dibaca dan diartikan, tapi sebenarnya subnet masking bersifat bit-oriented, jadi misalnya seseorang bisa saja membuat sub-mask 255.255.255.192. Tabel 2.1 mengilustrasi efek dari subnet-mask terhadap bermacam-macam alamat jaringan :
IP Address
Subnetmask
Interpretasi
128.66.12.1
255.255.255.0
Host 1 pada subnet 128.66.12.0
130.97.16.132
255.255.255.192
Host 4 pada subnet 130.97.16.128
192.178.16.66
255.255.255.192
Host 2 pada subnet 192.178.16.64
132.90.132.5
255.255.240.0
Host 4.5 pada subnet 132.90.128.0
18.20.16.91
255.255.0.0
Host 16.91 pada subnet 18.20.0.0

Sistem Deteksi Intrusi

Sistem deteksi intrusi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Intrusion Detection System (disingkat IDS) adalah sebuah aplikasi perangkat lunak atau perangkat keras yang dapat mendeteksi aktivitas yang mencurigakan dalam sebuah sistem atau jaringan. IDS dapat melakukan inspeksi terhadap lalu lintas inbound dan outbound dalam sebuah sistem atau jaringan, melakukan analisis dan mencari bukti dari percobaan intrusi (penyusupan).
Jenis-jenis IDS
Ada dua jenis IDS, yakni:
·         Network-based Intrusion Detection System (NIDS): Semua lalu lintas yang mengalir ke sebuah jaringan akan dianalisis untuk mencari apakah ada percobaan serangan atau penyusupan ke dalam sistem jaringan. NIDS umumnya terletak di dalam segmen jaringan penting di mana server berada atau terdapat pada "pintu masuk" jaringan. Kelemahan NIDS adalah bahwa NIDS agak rumit diimplementasikan dalam sebuah jaringan yang menggunakan switch Ethernet, meskipun beberapa vendor switch Ethernet sekarang telah menerapkan fungsi IDS di dalam switchbuatannya untuk memonitor port atau koneksi.
·         Host-based Intrusion Detection System (HIDS): Aktivitas sebuah host jaringan individual akan dipantau apakah terjadi sebuah percobaan serangan atau penyusupan ke dalamnya atau tidak. HIDS seringnya diletakkan pada server-server kritis di jaringan, seperti halnya firewall, web server, atau server yang terkoneksi ke Internet.
Kebanyakan produk IDS merupakan sistem yang bersifat pasif, mengingat tugasnya hanyalah mendeteksi intrusi yang terjadi dan memberikan peringatan kepada administrator jaringan bahwa mungkin ada serangan atau gangguan terhadap jaringan. Akhir-akhir ini, beberapa vendor juga mengembangkan IDS yang bersifat aktif yang dapat melakukan beberapa tugas untuk melindungi host atau jaringan dari serangan ketika terdeteksi, seperti halnya menutup beberapa port atau memblokir beberapa alamat IP. Produk seperti ini umumnya disebut sebagai Intrusion Prevention System (IPS). Beberapa produk IDS juga menggabungkan kemampuan yang dimiliki oleh HIDS dan NIDS, yang kemudian disebut sebagai sistem hibrid (hybrid intrusion detection system).
Implementasi & Cara Kerja
Description: C:\DOCUME~1\aran\LOCALS~1\Temp\Rar$EX94.960\ids\Sistem deteksi intrusi - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas_files\200px-IDS.png
Description: C:\DOCUME~1\aran\LOCALS~1\Temp\Rar$EX94.960\ids\Sistem deteksi intrusi - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas_files\magnify-clip.png
Cara kerja IDS dan jenis serangan yang mampu ditangkalnya
Ada beberapa cara bagaimana IDS bekerja. Cara yang paling populer adalah dengan menggunakan pendeteksian berbasis signature (seperti halnya yang dilakukan oleh beberapa antivirus), yang melibatkan pencocokan lalu lintas jaringan dengan basis data yang berisi cara-cara serangan dan penyusupan yang sering dilakukan oleh penyerang. Sama seperti halnya antivirus, jenis ini membutuhkan pembaruan terhadap basis data signature IDS yang bersangkutan.
Metode selanjutnya adalah dengan mendeteksi adanya anomali, yang disebut sebagai Anomaly-based IDS. Jenis ini melibatkan pola lalu lintas yang mungkin merupakan sebuah serangan yang sedang dilakukan oleh penyerang. Umumnya, dilakukan dengan menggunakan teknik statistik untuk membandingkan lalu lintas yang sedang dipantau dengan lalu lintas normal yang biasa terjadi. Metode ini menawarkan kelebihan dibandingkan signature-based IDS, yakni ia dapat mendeteksi bentuk serangan yang baru dan belum terdapat di dalam basis data signature IDS. Kelemahannya, adalah jenis ini sering mengeluarkan pesan false positive. Sehingga tugas administrator menjadi lebih rumit, dengan harus memilah-milah mana yang merupakan serangan yang sebenarnya dari banyaknya laporan false positive yang muncul.
Teknik lainnya yang digunakan adalah dengan memantau berkas-berkas sistem operasi, yakni dengan cara melihat apakah ada percobaan untuk mengubah beberapa berkas sistem operasi, utamanya berkas log. Teknik ini seringnya diimplementasikan di dalam HIDS, selain tentunya melakukan pemindaian terhadap log sistem untuk memantau apakah terjadi kejadian yang tidak biasa.
Produk IDS
Beberapa NIDS dan HIDS yang beredar di pasaran antara lain:
·         RealSecure dari Internet Security Systems (ISS).
·         Cisco Secure Intrusion Detection System dari Cisco Systems (yang mengakuisisi WheelGroup yang memiliki produk NetRanger).
·         eTrust Intrusion Detection dari Computer Associates (yang mengakusisi MEMCO yang memiliki SessionWall-3).
·         Symantec Client Security dari Symantec
·         Computer Misuse Detection System dari ODS Networks
·         Kane Security Monitor dari Security Dynamics
·         Cybersafe
·         Network Associates
·         Network Flight Recorder
·         Intellitactics
·         SecureWorks
·         Snort (open source)
·         Security Wizards
·         Enterasys Networks
·         Intrusion.com
·         IntruVert
·         ISS
·         Lancope
·         NFR
·         OneSecure
·         Recourse Technologies
·         Vsecure

Mengidentifikasi Masalah Fungsionalitas Jaringan pada Perangkat Melalui Gejala yang Muncul

Jaringan komputer sangat rawan terhadap gangguan atau kerusakan dikarenakan banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan atau kerusakan pada jaringan tersebut. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan adalah :
I. Tegangan Listrik
Tegangan listrik dapat menyebabkan gangguan apabila listrik tidak stabil, baik naik turunnya listrik maupun mati sendiri. Bila kita menggunakan sumber lisrik yang tidak stabil maka akan memebuat peralatan komputer kita mudah rusak, sehingga akan mempengaruhi jaringan apabila terjadi kerusakan pada komputer workstation ataupun komputer server.
II. Mati atau tidak berfungsinya komponen jaringan
 Mati atau tidak berfungsinya komponen jaringan bisa disebabkan oleh korosi (berkarat) atau rusak. Dalam sistem jaringan LAN sering kita menyebut permasalahan yang menyebabkan seluruh atau sebagian jaringan terganggu disebut jaringan dalam kondisi down.
Down pada jaringan LAN disebabkan system dalam jaringan LAN tersebut atau tidak berfungsinya komponen dalam jaringan LAN tersebut.
Indikasi pada kerusakan masing masing komputer dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Server
Server adalah komputer yang biasanya dikhususkan untuk penyimpanan data atau system operasi berbasis network berisikan daftar user yang diperbolehkan masuk ke server tersebut. Apabila komputer server mengalami kerusakan atau gangguan secara otomatis seluruh jaringan tidak berfungsi karena server merupakan pintu masuk dan sebagai pusat jaringan. Jadi apabila seluruh jaringan tidak dapat berfungsi berarti terjadi gangguan atau kerusakan pada server .
b. WorkStation
Workstation adalah komputer yang memanfaatkan jaringan untuk menghubungkan komputer tersebut dengan komputer lain atau komputer tersebut dengan server. pemanfaatan jaringan tersebut dapat berupa sharing data, sharing printer dsb. Apabila terjadikerusakan pada komputer workstation berarti komputer yang digunakan tidak dapat masuk dalam jaringan sehingga tidak dapat berkomunikasi dengankomputer server maupun komputer lain dalam jaringan.


c. Hub/Switch
Hub/Switch merupakan terminal atau pembagi data bagi kartu jaringan (Network card), Apabila terjadikerusakan pada Hub dapat dilihat pada lampu indikatorpower dan lampu indikator untuk masing-masingworkstation. Apabila lampu indikator power Hub/switch mati berarti kemungkinan besar Hub tersebut rusak.
d. Kartu Jaringan
Kartu Jaringan (NIC) merupakan perangkat yang menyediakan media untuk menghubungkan antara komputer, kebanyakan kartu jaringan adalah kartu inernal,yaitu kartu jaringan yang di pasang pada slot ekspansi di dalam komputer.
Fungsi: Beberapa komputer seperti komputer MAC, menggunakan sebuah kotak khusus yang ditancapkan ke port serial atau SCSI port komputernya. Pada komputer notebook ada slot untuk kartu jaringan yang biasa disebut PCMCIA slot. Kartu jaringan yang banyak terpakai saat ini adalah : kartu jaringan Ethernet, LocalTalk konektor, dan kartu jaringan Token Ring. Yang saat ini populer digunakan adalah Ethernet, lalu diikuti oleh Token Ring, dan LocalTalk.
Indikator yang dapat dilihat dalam kerusakan kartu jaringan adalah matinya lampu indikator yang terdapat pada kartu jaringan dan lampu indikator di Hub/switchsaat komputer telah hidup dan konektifitas kabel dari kartu jaringan dan hub/switch telah baik .
e. Kabel
a. Jenis kabel serat optik menggunakan konektor SC danST. Gangguan atau kerusakan pada kabel dan konektor jenis serat optik sangat jarang, tetapimemerlukan penanganan secara khusus untuk perawatan jaringan .
b. Gangguan atau kerusakan pada kabel UTP adalah lampu indikator yang tidak hidup pada kartu jaringanatau padaHub/switch. Hal tersebut dikarenakan konektor yang tidak terpasang dengan baik (longgar),susunan pengkabelan yang salah dan kabel putus.
c. Kabel jenis coaxial memiliki akses yang cukup lambat bila dibandingkan jenis kabel lainnya dan seringterjadi gangguan karena konektor yang longgar(tidak konek), kabel short dan kabel terbuka resistor pada terminating conector.

· Kerusakan atau kesalahan Hardware
Kerusakan atau kesalahan hardware yang sering terjadiadalah pada Network Interface Card (kartu jaringan),pengkabelan dan konektor.
Secara software untuk mengetahui bahwa kartujaringan telah bekerja atau aktif dapat dilihat pada :
1. Klik Start > setting >klik Control Panel
2. Pilih icon system double klik pilih menu Device Manager
· Kesalahan software
Permasalahan yang sering muncul pada bagian softwareini pada umumnya bisa dikelompokkan :
• Kesalahan setting konfigurasi jaringan
• Kesalahan Protocol yang digunakan
• Kesalahan pengalamatan IP.
• Kesalahan Indentifikasi Client dan server komputer
• Kesalahan Service Network (file and print sharing)
• Kesalahan Security System
• Kerusakan file program, sehingga perlu di update .







sumber : http://ohm-fandy.blogspot.com/

Penggunaan Firewall Untuk Menjaga Keamanan Sistem Jaringan Komputer

Dalam sebuah jaringan, istilah “firewall” tentunya terdengar sudah tidak asing lagi. Karena saat ini firewall sudah banyak digunakan, terutama dalam sebuah jaringan komputer yang terkoneksi langsung ke jaringan publik atau yang dikenal dengan internet. Dengan pesatnya perkembangan internet, dapat memberikan dampak positif bagi kita sebagai penyedia layanan informasi dan komunikasi, selain itu internet juga dapat memberikan dampak negatif sekaligus ancaman bagi penggunanya. Sehingga akses jaringan kita dengan internet harus dibatasi oleh sebuah pembatas yang dikenal dengan firewall.
Saat ini internet sudah semakin banyak diakses oleh banyak orang. Penggunaan internet nampaknya sudah semakin tidak dapat dipisahkan di berbagai bidang dalam kehidupan manusia di dunia ini. Dengan adanya internet, seseorang dapat dengan mudah mengetahui dan mendapatkan informasi, mudah berkomunikasi dengan rekan tanpa memandang jarak dan waktu, mudah melakukan transaksi dimanapun dan kapanpun, mudah melakukukan aktivitas belajar-mengajar jarak jauh dan masih banyak lagi kemudahan yang diberikan oleh internet. Seolah-olah dengan adanya internet kita merasakan bahwa dunia itu seperti tanpa batas. Di belahan dunia manapun saat ini sudah dapat dihubungkan dengan internet, yang menyediakan beragam informasi yang dapat diakses oleh siapapun.
Sejalan dengan pesatnya perkembangan internet, selain memberikan dampak positif sebagai penyedia layanan informasi dan komunikasi, internet juga dapat memberikan dampak negatif sekaligus ancaman bagi penggunanya. Ancaman itu bentuknya berbagai macam dari virus, trojan, cacker, dan yang lainnya. Dengan akses yang tak terbatas, diibaratkan rumah yang tidak memiliki tembok yang dapat dimasuki oleh siapa saja yang berkepentingan tanpa dapat diketahui niatnya baik atapun buruk. Dengan keadaan seperti itu, sudah seharusnya kita memberikan perlindungan terhadap rumah kita dengan mendirikan tembok baik dari beton atau kayu, sehingga akses ke rumah lebih mudah dikontrol. Sama halnya dengan komputer yang terhubung dengan internet, juga harus diberikan tembok pelindung yang sering disebut dengan “firewall’ untuk melindungi komputer dari ancaman yang datang dari internet.
Mengenal Sejarah Firewall
Arman (2007) menyatakan bahwa, network firewall yang pertama muncul pada akhir era 1980-an yaitu berupa perangkat router yang dipakai untuk memisahkan suatu network menjadi jaringan lokal (LAN) yang lebih kecil, dimana kondisi ini penggunaan firewall hanya dimaksudkan untuk mengurangi masalah peluberan (spill over) data dari LAN ke seluruh jaringan untuk mencegah masalah-masalah semacam error pada manajemen jaringan, atau aplikasi yang terlalu banyak menggunakan sumber daya meluber ke seluruh jaringan. Penggunaan firewall untuk keperluan sekuriti (security firewall) pertama kali digunakan pada awal dekade 1990-an, berupa router IP dengan aturan filter tertentu. Aturan sekuriti saat itu berupa sesuatu seperti: ijinkan setiap orang “disini” untuk mengakses “ke luar sana”, juga cegahlah setiap orang (atau apa saja yang tidak disukai) “di luar sana” untuk masuk “ke sini”. Firewall semacam ini cukup efektif, tetapi memiliki kemampuan yang terbatas. Seringkali sangat sulit untuk menggunakan aturan filter secara benar. Sebagai contoh, dalam beberapa kasus terjadi kesulitan dalam mengenali seluruh bagian dari suatu aplikasi yang dikenakan restriksi. Dalam kasus lainnya, aturan filter harus dirubah apabila ada perubahan “di luar sana”.
Firewall generasi selanjutnya lebih fleksibel, yaitu berupa sebuah firewall yang dibangun pada apa yang disebut “Bastion Host”. Firewall komersial yang pertama dari tipe ini, yang menggunakan filter dan gateway aplikasi (proxies), kemungkinan adalah produk dari Digital Equipment Corp (DEC). DEC yang dibangun berdasarkan firewall korporat DEC. Brian Reid dan tim engineering di laboratorium sistem jaringan DEC di Pallo Alto adalah pencipta firewall DEC. Firewall komersial pertama dikonfigurasi untuk, dan dikirimkan kepada pelanggan pertamanya, sebuah perusahaan kimia besar yang berbasis di pantai timur AS pada 13 Juni 1991. Dalam beberapa bulan kemudian, Marcus Ranum dari Digital Corp. menciptakan security proxies dan menulis ulang sebagian besar kode program firewall. Produk firewall tersebut kemudian diproduksi massal dengan nama dagang DEC SEAL (singkatan dari Security External Access Link). DEC SEAL tersusun atas sebuah sistem eksternal yang disebut gatekeeper sebagai satu-satunya sistem yang dapat berhubungan dengan internet, sebuah filtering gateway yang disebut gate, dan sebuah mailhub internal.
“Bastion Host” adalah sistem/bagian yang dianggap tempat terkuat dalam sistem keamanan jaringan oleh administrator.atau dapat disebut bagian terdepan yang dianggap paling kuat dalam menahan serangan, sehingga menjadi bagian terpenting dalam pengamanan jaringan, biasanya merupakan komponen firewall atau bagian terluar sistem publik. Umumnya Bastion host akan menggunakan Sistem operasi yang dapat menangani semua kebutuhan misal : Unix, linux, NT (Muammar W. K, 2004). Firewall untuk pertama kalinya dilakukan dengan menggunakan prinsip “non-routing” pada sebuah Unix host yang menggunakan 2 buah network interface card, network interface card yang pertama di hubungkan ke internet (jaringan lain) sedangkan yang lainnya dihubungkan ke PC (jaringan lokal)(dengan catatan tidak terjadi “route” antara kedua network interface card di PC ini).
Istilah “firewall” sendiri sebenarnya juga dikenal dalam disiplin lain, dan dalam kenyataannya, istilah ini tidak hanya bersangkutan dengan terminologi jaringan. Kita juga menggunakan firewall, misalnya untuk memisahkan garasi dari rumah, atau memisahkan satu apartemen dengan apartemen lainnya. Dalam hal ini, firewall adalah penahan (barrier) terhadap api yang dimaksudkan untuk memperlambat penyebaran api seandainya terjadi kebakaran sebelum petugas pemadam kebakaran datang untuk memadamkan api. Contoh lain dari firewall juga bisa ditemui pada kendaran bermotor, dimana firewall memisahkan antara ruang penumpang dan kompartemen mesin.
Dari istiah diatas, saya dapat memberikan definisi dimana firewall adalah sebuah pembatas antara suatu jaringan lokal dengan jaringan lainnya yang sifatnya publik (dapat diakses oleh siapapun) sehingga setiap data yang masuk dapat diidentifikasi untuk dilakukan penyaringan sehingga aliran data dapat dikendalikan untuk mencegah bahaya/ancaman yang datang dari jaringan publik.
Tujuan Penggunaan
Terdapat beberapa tujuan penggunaan firewall, antara lain :
  1. Firewall biasanya digunakan untuk mencegah atau mengendalikan aliran data tertentu. Artinya, setiap paket yang masuk atau keluar akan diperiksa, apakah cocok atau tidak dengan kriteria yang ada pada standar keamanan yang didefinisikan dalam firewall.
  2. Untuk melindungi dengan menyaring, membatasi atau bahkan menolak suatu atau semua hubungan/kegiatan suatu segmen pada jaringan pribadi dengan jaringan luar yang bukan merupakan ruang lingkupnya. Segmen tersebut dapat merupakan sebuah workstation, server, router, atau local area network (LAN). Berikut gambar Firewall sebagai pembatas LAN dengan internet:
  3. penggunaan firewall yang dapat mencegah upaya berbagai trojan horses, virus, phishin, spyware untuk memasuki sistem yang dituju dengan cara mencegah hubungan dari luar, kecuali yang diperuntukan bagi komputer dan port tertentu. Berikut gambar Firewall mencegah virus dan ancaman lain masuk ke jaringan:
  4. Firewall akan mem-filter serta meng-audit traffic yang melintasi perbatasan antara jaringan luar maupun dalam.
Sistem Pengamanan Menggunakan Firewall
Pada dasarnya kita manusia memerlukan privasi dimana kita dapat menuangkan seluruh pemikiran dan ide-ide yang muncul dipikiran kita. Dilihat dari segi penyerangan banyak jaringan yang terserang karena kurangnya pengawasan. Berangkat dari Pengetahuan akan jaringan terdapat dua tipe sistem pengamanan yang dapat dibuat sebagai implementasi dari firewall. Tipe sistem pengamanan tersebut yaitu Packet Filtering dan Proxy Services.
  • Packet Filtering
Sistem pada paket filtering merupakan sistem yang digunakan untuk mengontrol keluar, masuknya paket dari antara host yang didalam dan host yang yang diluar tetapi sistem ini melakukannya secara selektif. Sistem ini dapat memberikan jalan atau menghalangi paket yang dikirimkan, sistem ini sangat mengkitalkan arsitektur yang disebut dengan ‘Screened Router’. Router ini menjadi filter dengan menganalisa bagian kepala dari setiap paket yang dikirimkan.
Karena bagian kepala dari paket ini berisikan informasi penting yaitu :
  • IP source address.
  • IP destination address.
  • Protocol (dengan melihat apakah paket tersebut berbentuk TCP, UDP atau ICMP).
  • Port sumber dari TCP atau UDP.
  • Port tujuan dari TCP atau UDP.
  • Tipe pesan dari ICMP.
  • Ukuran dari paket.
Cara Kerja Sistem Packet Filtering ini adalah mengawasi secara individual dengan melihat melalui router, sedangkan router yang telah dimaksud adalah sebuah perangkat keras yang dapat berfungsi sebagai sebuah server karena alat ini harus membuat keputusan untuk me-rout seluruh paket yang diterima. Alat ini juga harus menentukan seperti apakah pengiriman paket yang telah didapat itu kepada tujuan yang sebenarnya. Dalam hal ini router tersebut saling berkomunikasi dengan protokol-protokol untuk me-rout. Protokol yang dimaksudkan adalah Routing Information Protocol (RIP) atau Open Shortest Path First (OSPF) yang menghasilkan sebuah table routing. Tabel routing itu menunjukkan kemana tujuan dari paket yang diterima. Router yang menjadi filter pada packet filtering dapat menyediakan sebuah choke point (sebuah channel yang sempit yang sering digunakan untuk dipakai oleh penyerang sistem dan tentu saja dapat dipantau juga dikontrol oleh kita) untuk semua pengguna yang memasuki dan meninggalkan network. Karena sistem ini beroperasi ditingkat Network Layer dan Transport Layer dari tingkatan protokol pada tingkatan pada Transmission Control Protocol (TCP/IP). Bagian kepala dari network dan transport mengawasi informasi-informasi berikut:
  • Protokol (IP header, pada network layer); didalamnya byte 9 mengidentifikasikan protokol dari paket.
  • Source address (IP header, pada network layer); alamat sumber merupakan alamat IP 32 bit dari host yang menciptakan oleh paket.
  • Destination address (IP header, pada network layer); alamat tujuan yang berukuran 32 bit dari host yang menjadi tujuan dari paket.
  • Source port (TCP atau UDP header, pada transport layer); pada setiap akhir dari koneksi TCP atau UDP tersambung dengan sebuah port, Walaupun port-port TCP terpisah dan cukup jauh dari port-port user datagram protocol (UDP). Port-port yang mempunyai nomor dibawah 1024 diterbalikan karena nomor-nomor ini telah didefinisikan secar khusus, sedangkan untuk port-port yang bernomor diatas 1024 (inklusif) lebih dikenal dengan port ephermal. Konfigurasi dari nomor pengalamatan ini diberikan sesuai dengan pilihan dari vendor.
  • Destination port (TCP atau UDP header, transport layer); nomor port dari tujuan mengindikasikan port yang dikirimi paket. Servis yang akan diberikan pada sebuah host dengan mendengarkan port. Adapun port yang difilter adalah 20/TCP dan 21/TCP untuk koneksi ftp atau data, 23/TCP untuk telnet, 80/TCP untuk http dan 53/TCP untuk zona transfer DNS.
  • Connection status (TCP atau UDP header, transport layer); status dari koneksi memberitahukan apakah paket yang dikirim merupakan paket pertama dari sesi di network. Jika paket merupakan paket pertama maka pada TCP header diberlakukan ‘false’ atau 0 dan untuk mencegah sebuah host untuk mengadakan koneksi dengan menolak atau membuang paket yang mempunyai bit set ‘false’ atau 0.
TCP & UDP menggunakan port number ini untuk membedakan pengiriman paket data ke beberapa aplikasi berbeda yang terletak pada komputer yang sama (Stiawan, 2008). Pada saat paket data di alamatkan ke tujuan, komputer tujuan harus mengetahui yang harus dilakukan pada paket tersebut, protocol TCP/IP menggunakan salah satu dari 65,536 pengelamatan penomeran port. Port number inilah yang akan membedakan antara satu aplikasi dengan aplikasi lainnya atau satu protocol dengan protocol lainnya pada saat proses transmisi data antara sumber dan tujuan. Port number dapat digambarkan pada gambar berikut.
Untuk dapat melewatkan paket data dari sumber ke tujuan pada router terdapat protocol pengelamatan atau routing protocol yang saling mengupdate antara satu dengan yang lainya agar dapat melewatkan data sesuai dengan tujuannya. Di peralatan router layer 3 diperlukan konfigurasi khusus agar paket data yang masuk dan keluar dapat diatur, Access Control List (ACL) adalah pengelompokan paket berdasarkan kategori yang mengatur lalu lintas network. Dengan menggunakan ACL ini kita bisa melakukan filtering dan blocking paket data yang yang masuk dan keluar dari network atau mengatur akses ke sumber daya di network (Stiawan, 2008). Contoh sebuah topologi jaringan dengan menggunakan router dapat ditunjukan oleh gambar berikut.
  • Proxy Services
Proxy memberikan akses internet untuk satu buah host atau host yang dalam jumlah kecil dengan terlihat seperti menyediakan akses untuk seluruh host kita. Sebuah proxy server untuk protokol tertentu atau sebuah set dari protokol dapat dijalankan pada sebuah dual-homed host atau pada bastion host. Pada proxy ini sangat mendukung arsitektur dari client/server. Clinet/server ini membentuk sebuah sistem dimana komponen-komponen dari software saling berinteraksi. Dalam hal ini para klien dapat meminta seluruh kebutuhan dan pelayanan yang dinginkan dan server menyediakannya. Sistem proxy ini harus mendukung seluruh pelayanan yang diminta dan diperlukan oleh klien. Karena hal ini maka server harus mempunyai file server yang sangat besar dan selalu aktif dimana file-file yang terdapat pada server akan digunakan oleh setiap komputer yang terhubung baik dalam Lokal Area Network (LAN) ataupun Wide Area Network (WAN). Pada file server selain dari list yang cukup panjang sebagai database yang dapat digunakan oleh setiap klien yang akan menggunakan alamat IP yang legal, terdapat juga file-file untuk aplikasi yang bekerja pada server utama. Proxy merupakan sistem pengamanan yang memerlukan alamat IP yang jelas dan valid, karena server yang utama terdapat di internet. Pada proxy terdapat empat pendekatan yang akan dilakukan pada sisi klien yang sangat berperan penting. Pendekatanpendekatan tersebut yaitu :
1)      Proxy-aware application software. Dengan pendekatan ini software harus mengetahui bagaimana untuk membuat kontak dengan proxy server daripada dengan server yang sebenarnya ketika user membuat suatu permintaan; dan bagaimana memberitahukan proxy server, server asli yang mana yang harus dibuatkan koneksi.
2)      Proxy-aware operating system software. Dengan pendekatan ini, sistem operasi yang dijalankan oleh user sudah harus dimodifikasikan sehingga koneksi IP yang sudah diperiksa untuk apakah paket tersebut harus dikirimkan kepada proxy server. Mekanisasi dari ini sangat bergantung sekali pada runtime linking yang dinamis (kemampuannya untuk memberikan library ketika program dijalankan).mekanisme ini tidak selalu berjalan dengan mulus dan dapat gagal yang tidak wajar untuk user.
3)      Proxy-aware user procedures. Pendekatan ini pengguna menggunakan software client yang tidak mengerti bagaimana me-proxy, dimana untuk berbicara (berkomunikasi) ke server proxy dan memberitahukan proxy server untuk melakukan hubungan kepada server yang sebenarnya daripada memberitahukan software klien untuk berkomunikasi secara langsung ke server yang sebenarnya.
4)      Proxy-aware router. Pendekatan yang terakhir ini software yang klien gunakan tidak dimodifikasikan tetapi sebuah router akan mengantisipasi koneksi dan melangsungkan ke proxy server atau proxy yang diminta. Mekanisme ini membutuhkan sebuah router yang pintar disamping software proxy (meskipun me-proxy dan me-rout tidak bisa tampil pada mesin yang sama). Penggunaan Proxy Server dapat dijadikan solusi untuk melakukan screening dan blocking di layer 7, dengan menggunakan proxy dapat menyaring paket-paket berdasarkan policy yang dibuat, misalnya berdasarkan alamat web tertentu. Blocking dengan proxy dapat dioptimalkan dengan menyaring alamat-alamat web yang mengandung content pornography, kekerasan, virus atau trojan, ilegal software dan sebagainya. URL yang tidak diperbolehkan mengakses ke jaringan kita, baik paket data yang keluar atau paket data yang masuk.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan yang sudah disampaikan, dapat diambil beberapa kesimpula yaitu keberadaan suatu firewall sangat penting digunakan dalam suatu jaringan yang terkoneksi langsung ke internet atau yang lebih dikenal dengan jaringan publik yang dapat diakses oleh siapapun dan dimanapun. Sehingga peran firewall disana sangat berguna karena sebagai pembatas yang mengatur dan mengendalikan akses yang dilakukan untuk mengurangi dan mencegah ancaman-ancaman dari internet yang masuk ke jaringan lokal.

Enkapsulasi & Dekapsulasi

Apa itu enkapsulasi & Dekapsulasi?


Ya..
Enkapsulasi adalah sebuah proses menambahkan header dan trailer atau melakukan pemaketan pada sebuah data. Dengan enkapsulasi data menjadi memiliki identitas.

Enkapsulasi terjadi ketika sebuah protokol yang berada pada lapisan yang lebih rendah menerima data dari protokol yang berada pada lapisan yang lebih tinggi dan meletakkan data ke format data yang dipahami oleh protokol tersebut. Dalam OSI Reference Model, proses enkapsulasi yang terjadi pada lapisan terendah umumnya disebut sebagai "framing". Beberapa jenis enkapsulasi lainnya antara lain:

1) Frame Ethernet yang melakukan enkapsulasi terhadap datagram yang dibentuk oleh Internet Protocol (IP), yang dalam datagram tersebut juga melakukan enkapsulasi terhadap paket data yang dibuat oleh protokol TCP atau UDP. Data yang dienkapsulasi oleh protokol TCP atau UDP tersebut sendiri merupakan data aktual yang ditransmisikan melalui jaringan.

2) Frame Ethernet yang dienkapsulasi ke dalam bentuk frame Asynchronous Transfer Mode (ATM) agar dapat ditransmisikan melalui backbone ATM.

Lapisan data-link dalam Model Referensi OSI merupakan lapisan yang bertanggung jawab dalam melakukan enkapsulasi atau framing data sebelum dapat ditransmisikan di atas media jaringan (kabel, radio, atau cahaya). Dalam teknologi jaringan Local Area Network (LAN), hal ini dilakukan oleh Carrier sense multiple access with collision detection (CSMA/CD) untuk jaringan Ethernet; token-passing untuk jaringan Token Ring, dan lain-lain.

Sedangkan Dekapsulasi adalah Proses pemisahan header IP terluar pada paket yang datang, sehingga datagram yang ditumpangkan itu dapat diakses dan dapat dikirimkan ke tujuan yang sebenarnya. Dekapsulasi merupakan kebalikan dari enkapsulasi.

Sumber :
wikipedia Indonesia

Write here, about you and your blog.
 
Copyright 2009 Aransyah P All rights reserved.
Free Blogger Templates by DeluxeTemplates.net
Wordpress Theme by EZwpthemes